Jangan Buru-Buru Keluar Pintu Tol

Suatu pagi aku Jalan ke arah Pintu Tol. Di pintu tertera “BAYAR DENGAN UANG PAS”.  Jangan coba untuk membayar dengan uang pecahan diatas 50 ribu. Kenapa? Pintu tol bukan tempat penukaran uang, atau money changer. Udah begitu antrian pasti mengular, kalau anda membayar dengan uang yang harus menerima uang kembalian. Waktu memang segalanya. Waktu yang akan menjawab, bukan. Berpikir waktu adalah uang, bisa saja atau mungkin menjadi falsafah “time is money”.

Seandaainya di tengah jalur TOL ada sebuah warung makan, yang menghidangkan aneka macam masakan, apakah anda akan mampir/ sekedar menumpang untuk sholat, atau makan yang anda bawa ketika anda tiba di tempat itu? Biasanya ketika kita menyempatkan diri sejenak, melepas lelah, kita bisa merasakan bahwa istirahat sejenak bisa mengurangi otot-otot yang kaku.

Gala Sinetron Melati untuk Marvel

PEMANDANGAN yang menusuk hati. Bagaimana tidak, dengan mata kepala sendiri Aditya melihat Marvel memeluk Melati. Tak pelak, api cemburu pun bergelora dalam diri Aditya. Pemuda itu benar-benar marah sehingga tidak mau mengangkat telepon Melati. Merasa bersalah, Melati datang ke rumah Aditya untuk menjelaskan masalah yang sebenarnya. Pada kesempatan itu Melati menegaskan bahwa dia tidak punya perasaan apa pun terhadap cowok lain.

Sementara Nenek Lili mengira kalau Anggi akan memegang kendali keuangan di rumahnya. Surya dan Anggi akhirnya mengalah dengan mengembalikan buku tabungan. Tapi yang terjadi, Nenek Lili malah melempar buku tersebut dan memecat pembantu rumah tangga untuk memberi pelajaran kepada Anggi agar kewalahan mengatur pekerjaan rumah tangga.

Di kantor, Melati meminta semua anak buahnya lembur. Marvel yang telanjur membuat janji kencan dengan seorang pramugari, pura-pura sakit sehingga Melati mengizinkan dia pulang kantor lebih awal. Apes, Toni dan Revan datang ke Royale untuk mengajak Marvel makan malam. Saat itulah Melati tahu kalau Marvel ternyata membohonginya.

Di lain pihak, Pak Surya menolak permintaan Pak Broto untuk menandatangani surat pemotongan gaji milik Melati. Menurut Pak Surya merasa kalau Melati tidak merugikan perusahaan. Akhirnya, Pak Broto mengatakan bahwa semua itu terjadi akibat ulah si anak baru. Pak Surya yang kaget langsung menjelaskan kalau Marvel adalah anaknya. Pria itu lantas meminta agar Pak Broto menjaga rahasia tersebut. Sejak saat itu, Pak Broto bersikap baik kepada Marvel, sehingga orang-orang di kantor terheran-heran.

Aurel bertemu Shafa yang juga sama-sama tengah menunggui Dika di kantornya. Pada kesempatan itu, Aurel mengancam Shafa agar menjauhi Dika, lantaran mereka sudah dijodohkan. Usai urusan di kantor Dika, Aurel terlibat adu mulut dengan Melati. Gara-gara mobil Aurel yang parkir di Royale menghalangi mobil Melati. Kejadian itu membuat Melati tidak respek kepada Aurel yang bersikap sengak.

Selva menyuruh Melati pulang cepat karena akan dikenalkan dengan calon istri Dika. Setibanya di rumah, Melati tak dapat menyembunyikan keterkejutannya karena perempuan yang akan menjadi calon istri Dika tak lain adalah Aurel, anak Pak Surya.

Di lain hari Aditya mengajak Melati makan malam sekaligus berkenalan dengan teman-temannya. Merasa panas hati, Marvel lantas mengajak Kezia bertemu di kafe tempat Aditya dan Melati kencan.(Cn)

ULAH Marvel yang menyikat habis contoh produk baru, membuat orang-orang di kantor pusing tujuh keliling. Akhirnya, manajer kantor meminta Melati mengambil alih masalah tersebut, sekaligus mencari solusinya. Di tangga darurat, Melati yang terbakar amarah, menendang tulang kering Marvel hingga pria itu meringis kesakitan. Untuk kesekian kalinya, Melati dan Marvel terlibat perang mulut.

Saking kesalnya, Marvel sesumbar dengan mengatakan bahwa dia bisa mengganti contoh produk tersebut, apabila diberi kesempatan. Ucapan Marvel itu membuat Melati semakin kesal, lantaran Marvel menganggap enteng pekerjaan. Sementara di rumah, baik Aurel maupun Nenek Lili merasa terganggu karena Revan menyetel televisi keras-keras.

Om Toni akhirnya bebas dari penjara. Pria itu terkejut sewaktu sopir Pak Surya datang dan memintanya datang ke kantor Pak Surya. Ketika bertemu, Om Toni meminta maaf atas semua perbuatannya kepada Pak Surya. Di rumah, Revan menggambar di meja ditemani Nenek Lili. Sesaat kemudian, raut wajah Nenek Lili berubah ketika melihat Om Toni datang bersama Pak Surya. Perempuan separuh baya itu membalas salam Om Toni dengan dingin. Di kamar Nenek Lili, Pak Surya berusaha membujuk agar Nenek Lili mengizinkan Om Toni dam Revan untuk tinggal sementara di rumah mereka, karena kondisi Om Toni yang kurang baik.

Di kantor, Aditya terkejut melihat Melati datang berkunjung dan mengajaknya makan siang. Rupanya, Melati meminta Aditya agar tidak datang dulu pada Sabtu nanti karena Dika akan memperkenalkan kekasihnya ke seluruh anggota keluarga. Sementara Marvel mengunjungi Shafa untuk mengembalikan uang pinjaman. Tiba-tiba Tante Eva memergoki keduanya. Ketika Pak Rahman datang, Marvel tidak kuasa menahan kebohongannya, dan menceritakan masalah Om Toni. Tante Eva geram mendengar masalah yang menimpa Om Toni. Perempuan itu tetap menganggap Om Toni bukan ayah yang baik bagi Revan. Ia pun mengancam akan mengambil alih Revan.

Selva tengah dilanda dilema lantaran berlian pemberian Aurel. Ketika Aurel datang ke rumah, dengan perasaan tak enak Selva memberitahukan Aurel kalau Dika sudah mempunyai pacar. Di luar dugaan, Aurel ternyata telah mengetahui hal tersebut. Aurel lantas meminta bantuannya agar bisa mendapatkan hati Dika.

Aurel meminta izin Selva untuk melihat kamar Dika. Tak lama, Selva meninggalkan Aurel sendirian dalam kamar, karena telepon rumah berdering. Dika yang baru pulang dari kantor menjadi ketus melihat kehadiran Aurel di kamarnya. Selva pun berusaha mencairkan suasana. Situasi bertambah rumit ketika Pak Slamet pulang. Konyolnya, Pak Slamet mengira kalau Aurel adalah Shafa. Dalam keadaan canggung itu, Dika segera menarik tangan Aurel dan mendorongnya keluar rumah.

Di teras mereka terlibat adu mulut. Aurel mengatakan bahwa Dika tidak berhak melarang dia berteman dengan Selva. Dika memberitahukan bahwa calon istrinya akan datang besok. Aurel yang cemburu segera meninggalkan Dika. Sepeninggal Aurel, Dika menegaskan kepada Selva agar tidak menerima gadis lain lagi. Tidak hanya itu, Selva juga harus mengembalikan berlian pemberian Aurel. Dalam keadaan terpojok, Selva hanya menangis tersedu-sedu.

Di bagian lain, Marvel masih memikirikan Melati. Dengan menyingkirkan rasa malu, Marvel memberanikan diri menelepon Aditya untuk menanyakan alamat rumah Melati. Keesokan paginya, Marvel berhasil membujuk Melati agar mengizinkan dirinya ikut ke luar kota. Apes, dalam perjalanan kembali ke Jakarta, mobil yang ditumpangi Marvel dan Melati terperosok dalam sebuah lubang, gara-gara Marvel mengambil jalan pintas.

Di lain tempat, Pak Slamet menyambut ramah kedatangan Shafa yang didampingi oleh Dika. Sebaliknya, Selva menyambut dingin kehadiran calon menantunya itu. Beberapa saat kemudian, Melati menelepon Selva untuk mengabarkan bahwa dia tidak bisa bergabung untuk menyambut kedatangan Shafa, karena masih harus menyelesaikan urusan di kantor. Shafa berusaha melakukan pendekatan dengan Selva. Sayang, Selva tetap bersikap tidak ramah.

Melati dan Marvel akhirnya tiba di kantor. Namun usaha mereka sia-sia karena semua teknisi laboratorium sudah pulang. Keruan saja Pak Broto mendamprat Melati yang dianggapnya tidak bisa menyelesaikan masalah. Akibatnya, Melati mendapat sanksi tiga bulan potong gaji. Marvel yang merasa bersalah memohon agar dia saja yang dikenai sanksi.

Di depan rumah, Dika berusaha menghibur Shafa yang sedih atas sikap Selva. Dika meminta Shafa untuk sabar menghadapi sikap ibunya. Shafa berusaha menutupi kesedihan di depan keluarganya, dan menceritakan bahwa pertemuannya dengan keluarga Dika berjalan baik.

Di lain pihak, Melati yang marah besar pergi ke klub bersama teman-teman sekantornya. Dalam keadaan mabuk akibat minuman beralkohol, Melati pergi ke toilet. Beberapa saat kemudian Aditya menelepon ke ponsel Melati. Salah satu teman Melati mengangkat telepon dan mengabarkan keadaan Melati. Saat itu Melati memaki-maki sekaligus mencakar Marvel. Puncaknya, ketika Marvel berusaha melarikan diri, Melati menjambak rambut dan berulang kali menjitak kepala Marvel.

Saat pulang ke rumah, Melati berjalan sempoyongan. Marvel yang merasa bersalah berniat mengendong Melati. Ketika hendak memegang Melati, mendadak sebuah tangan menarik Marvel…(Cn)

HIDUP tidak melulu perkara cinta. Hidup adalah bekerja dengan penuh kesungguhan. Bagaimana dengan jodoh? Bagi Melati, gadis berusia 22 tahun, jodoh adalah urutan ke sekian setelah pekerjaan. Melati sendiri adalah sosok yang mandiri, tegas, dan bertanggung jawab. Ditunjang oleh penampilan fisik yang menarik, tak heran jika banyak cowok yang jatuh hati padanya.

122473567521

Sebaliknya, Marvel adalah cowok yang masih terus mencari identitas diri. Karena keterbatasan biaya, selepas SMU Marvel terpaksa menjadi sopir taksi. Itu pun dengan setengah hati. Kedua orang tua Marvel bercerai ketika ia masih balita. Pemuda itu lantas tinggal bersama Anggi, ibunya. Anggi sering tidak sabar melihat sikap Marvel, yang sepertinya tidak pernah serius menata masa depan. Sementara Marvel merasa kalau dirinya sudah cukup bekerja keras untuk membantu sang ibu. Anggi sendiri membuka salon kecil di sebuah ruko.

Suatu hari, secara tidak sengaja Melati bertemu Marvel. Semua itu gara-gara Marvel menendang ban mobil Melati, sehingga spion mobil jatuh. Keruan saja Melati marah besar dan menuntut ganti rugi. Sebaliknya, Marvel tidak terima. Ia menganggap kalau mobil Melati sudah tua, seharusnya masuk museum.

Ucapan Marvel itu tentu saja membuat Melati tersinggung. Tidak mau kalah, Melati mengatakan kalau cowok seperti Marvel memang tidak bisa diandalkan, apalagi untuk bertanggung jawab. Dua hal di atas itulah yang membuat Melati menjadi maklum. Kini, gantian Marvel yang tersinggung. Maksud hati mau memberi uang kepada Melati, apa daya kantong sedang bokek. Akhirnya, Marvel memberi kertas lotere. Melati pun baru mengetahui betapa kacaunya pemuda itu.

muv_large1

Namun di balik sikap Marvel yang slenge’an, ia sangat menyayangi sang ibu, dan menghormati perempuan. Ketika Anggi dilamar oleh Surya, bos Melati, Marvel pun langsung mendukung. Sayang, ibu Marvel itu ragu menerima pinangan cinta pertamanya itu, lantaran dulu Lili, ibu Surya, menolak sosok Anggi karena tidak sepadan. Kini setelah sekian puluh tahun dan sama-sama pernah berumah tangga, keduanya kembali bertemu dan jatuh cinta. Surya sangat ingin menyunting Anggi, meskipun Bu Lili tetap menentangnya.

Di sisi lain, Melati dan Marvel masih sering bertemu secara tidak sengaja pula. Sewaktu mobil Melati mogok, Marvel yang kebetulan lewat, dengan tulus membantu memperbaiki mobil tersebut. Dari situlah Melati menyadari kalau Marvel sebenarnya adalah cowok yang baik. Gadis itu mulai bersimpati pada Marvel. Sama halnya, Marvel pun sebenarnya menyukai Melati.

Di lain pihak adalah Aditya, cowok keren yang memiliki masa depan cerah. Gara-gara mengunjungi kantor Melati untuk mengadakan kerja sama, pemuda itu pun jatuh hati. Sejak saat itu, hubungan keduanya menjadi dekat. Bahkan, Aditya menganggap Melati sebagai pacarnya.

Marvel yang mengetahui kedekatan mereka, diam-diam cemburu. Namun ia cukup sadar diri. Lantaran itu juga, Marvel akhirnya pura-pura mempunyai pacar, sekadar untuk menutupi luka hatinya. Di sisi lain, Melati juga pura-pura bersikap mesra kepada Aditya, di depan Marvel.

Di bagian lain, Melati mempunyai seorang kakak bernama Dika, branch manager di sebuah bank. Dika mempunyai kekasih bernama Shafa. Meskipun keluarga Shafa sangat berharap Dika segera melamar kekasihnya itu, Dika tampaknya belum siap. Seperti halnya Melati, Dika pun ambisius dalam mengejar karier.

Suatu kali, Dika secara tidak sengaja bertemu Aurel, cewek yang sangat menyebalkan, kasar dan arogan. Maklum, Aurel adalah putri tunggal Surya yang sangat dimanja dan lama hidup di luar negeri. Dika tidak mengetahui kalau Selva, ibunya, sudah sepakat dengan Lili untuk menjodohkan dirinya dengan Aurel.

Sementara setiap kali bertemu, Marvel dan Aurel selalu bertengkar. Namun lambat laun, Aurel  malah tertarik dan jatuh cinta pada Dika. Sayang, cintanya bertepuk sebelah tangan, karena Dika telah memiliki kekasih. Bukannya mundur, Aurel berusaha dengan berbagai cara untuk merebut Dika dari tangan Shafa. Hingga Dika benar-benar meninggalkan Shafa, dan menikahi Aurel.

Anggi akhirnya menikah dengan Surya, setelah ibu Marvel itu menandatangani perjanjian pemisahan harta yang disodorkan Lili. Marvel pun ikut pindah ke rumah mewah milik Surya. Aurel dan Lili yang tidak setuju dengan perkawinan keduanya, kerap menekan Anggi. Marvel tentu saja tidak rela melihat ibunya diperlakukan semena-mena. Akibatnya, Marvel dan Aurel kerap terlibat percekcokan. Lantaran tidak nyaman, Marvel akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumahnya yang lama.

Di sisi lain, Shafa yang ditinggal Dika menikah, menjadi sangat terpukul. Perempuan itu lantas curhat pada Marvel. Namun ia tidak mengetahui kalau Marvel adalah kakak tiri Aurel, istri Dika. Kedekatan Marvel dan Shafa membuat Melati terbakar api cemburu. Namun lagi-lagi Melati gengsi, hingga menyimpan perasaannya kepada Marvel.

Di bagian lain, Surya mengajak Marvel bergabung dengan perusahaannya. Marvel menjadi anak buah Melati yang kerap mendapat teguran, karena sering ketiduran. Meskipun demikian, baik Marvel maupun Melati diam-diam saling mengagumi. Keduanya juga menjadi partner kerja yang handal. Ide-ide mereka sering dipakai oleh kantor. Aditya pun menjadi semakin cemburu melihat kedekatan mereka.

Bagaimana kisah selanjutnya? Saksikan Gala Sinetron yang pasti seru ini, setiap Senin hingga Minggu, mulai 23 Oktober 2008, pukul 19.00 WIB, hanya di saluran Satu untuk Semua.(Cn)unfoldmelatiuntukmarvel