Tahukah anda, film ayat-ayat cinta (AAC) beberapa hari ini laris, dan mendapat 3 juta penonton. Dan katanya banyak yang komentar kalau film ini bernuansa Islam, dan timur tengah Mesir, walaupun nuansa mesir belum kental. saya juga belum menontonnya, tapi dari script di TV, ataupun sampul albumnya saya mengira film ini layak diterima oleh banyak kalangan, buktinya sudah mencapai 3 juta penonton. Bayangkan jika 1 penonton tiketnya sepuluh ribuaan kali 3 juta, berarti sudah mendapat 30 M uang yang beredar di bioskop, belum lagi dvd, kaset yang terjual. berarti tanggapan masyarakat thp film di Indonesia cukup besar, dan bahkan di Singapura tiket sudah habis duluan dari yang saya dengar di radio.
Pertanyaannya adalah mengapa kok bisa se fantastis dibanding pendahulunya, seperti film AADC? Kalau AADC saya kira lebih untuk kalangan remaja, dan AAC lebih ke kalangan dewasa atau mungkin perlu Bimbingan Orangtua (BO). Karena dari sisi pemain sudah dewasa dan bukan konsumsi anak-anak. Jadi mungkin yang berseragam sekolah tidak diijinkan menonton sendirian, karena bisa salah mengapresiasi. (Jun, 03, 2008)